2007年10月9日火曜日


Gunung Ceremai (seringkali disebut 'Ciremai') secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.
Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.
Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan (calon) Taman Nasional Gunung Ceremai, yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.
Nama gunung ini berasal dari ceremai (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai, karena kebiasaan di wilayah Pasundan yang banyak menggunakan awalan 'ci-' untuk penamaan tempat.

Vulkanologi dan geologi
Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato. Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap – Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Patuha hingga Gunung Tangkuban Perahu) yang terletak pada Zona Bandung.
Ceremai merupakan gunungapi generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991).
Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 – 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah baratdaya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara – barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai.

Gunung Ceremai Vegetasi
Hutan-hutan yang masih alami di Gunung Ceremai tinggal lagi di bagian atas. Di sebelah bawah, terutama di wilayah yang pada masa lalu dikelola sebagai kawasan hutan produksi Perum Perhutani, hutan-hutan ini telah diubah menjadi hutan pinus (Pinus merkusii), atau semak belukar, yang terbentuk akibat kebakaran berulang-ulang dan penggembalaan. Kini, sebagian besar hutan-hutan di bawah ketinggian … m dpl. dikelola dalam bentuk wanatani (agroforest) oleh masyarakat setempat.
Sebagaimana lazimnya di pegunungan di Jawa, semakin seseorang mendaki ke atas di Gunung Ciremai ini dijumpai berturut-turut tipe-tipe hutan pegunungan bawah (submontane forest), hutan pegunungan atas (montane forest) dan hutan subalpin (subalpine forest), dan kemudian wilayah-wilayah terbuka tak berpohon di sekitar puncak dan kawah.
Lebih jauh, berdasarkan keadaan iklim mikronya, LIPI (2001) membedakan lingkungan Ciremai atas dataran tinggi basah dan dataran tinggi kering. Sebagai contoh, hutan di wilayah Resort Cigugur (jalur Palutungan, bagian selatan gunung) termasuk beriklim mikro basah, dan di Resort Setianegara (sebelah utara jalur Linggarjati) beriklim mikro kering.
Secara umum, jalur-jalur pendakian Palutungan (di bagian selatan Gunung Ciremai), Apuy (barat), dan Linggarjati (timur) berturut-turut dari bawah ke atas akan melalui lahan-lahan pemukiman, ladang dan kebun milik penduduk, hutan tanaman pinus bercampur dengan ladang garapan dalam wilayah hutan (tumpangsari), dan terakhir hutan hujan pegunungan. Sedangkan di jalur Padabeunghar (utara) vegetasi itu ditambah dengan semak belukar yang berasosiasi dengan padang ilalang. Pada keempat jalur pendakian, hutan hujan pegunungannya dapat dibedakan lagi atas tiga tipe yaitu hutan pegunungan bawah, hutan pegunungan atas dan vegetasi subalpin di sekitar kawah. Kecuali vegetasi subalpin yang diduga telah terganggu oleh kebakaran, hutan-hutan hujan pegunungan ini kondisinya masih relatif utuh, hijau dan menampakkan stratifikasi tajuk yang cukup jelas.

2007年10月6日土曜日

Babakanciparay, Bandung
Babakanciparay adalah sebuah kecamatan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.


Kecamatan Babakanciparay, Kota Bandung, Jawa Barat
Kelurahan: Babakan • Babakanciparay • Cirangrang • Margahayu Utara • Margasuka • Sukahaji


Kota Bandung, Jawa Barat
Kecamatan: Andir | Arcamanik | Astanaanyar | Babakanciparay | Bandung Kidul | Bandung Kulon | Bandung Wetan | Batununggal | Bojongloa Kaler | Bojongloa Kidul | Cibeunying Kaler | Cibeunying Kidul | Cibiru | Cicadas | Cicendo | Cidadap | Coblong | Kiaracondong | Lengkong | Margacinta | Rancasari | Regol | Sukajadi | Sukasari | Sumurbandung | Ujungberung
Babakanciparay, Bandung

2007年10月5日金曜日

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah pemimpin tertinggi dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat dan juga pemimpin Sidang Umum MPR.

2007年10月4日木曜日


Bitung Sari adalah desa di kecamatan Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.
Bitung Sari, Ciawi, Bogor

2007年10月3日水曜日

Kalilah dan Daminah
(Bahasa Suryani: 'Kalilag va Damnag', bahasa Arab: 'Kalila wa Dimna'), adalah nama terjemahan sebuah karya sastra Sansekerta bernama Pañcatantra yang berasal dari India.
Sebelumnya karya ini diterjemahkan ke dialek Pahlavi bahasa Persia dan lalu ke bahasa Suryani sebelum ke bahasa Arab. Dari situ lalu diterjemahkan ke bahasa-bahasa Eropa.
Thomas Irving (1980) menyatakan lebih lanjut bahwa cerita-cerita dari Afrika Utara dibawa ke Afrika di sebelah selatan Sahara dan dari sana lalu dibawa ke Amerika Utara oleh para budak-budak Afrika.

2007年10月2日火曜日

David AlbeldaDavid Albelda
David Albelda Aliqués (lahir 1 September 1977, Alzira, Valencia) adalah seorang pesepakbola. Albelda adalah kapten di Valencia CF. Ia juga bermain di tim nasional sepak bola Spanyol serta meraih medali perak di Olimpiade 2000 Sydney.

2007年10月1日月曜日

Jaringan nirkabel
Jaringan nirkabel (Inggris: wireless network) adalah bidang disiplin yang berkaitan dengan komunikasi antar sistem komputer dan beberapa macam peralatan telekomunikasi tanpa menggunakan kabel. Jaringan nirkabel ini sering dikenal sebagai jaringan telekomunikasi, dan banyak dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasi, teknologi informasi, dan teknik komputer. Jenis jaringan yang paling populer dalam kategori jaringan nirkabel ini meliputi: Jaringan kawasan lokal nirkabel (wireless LAN/WLAN), Wi-Fi, layanan komunikasi pribadi (personal communications service atau PCS), global system for mobile communications (GSM), D-AMPS, sistem navigasi global (GPS atau global positioning systems), dll.
Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem telekomunikasi yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang elektromagnetik, gelombang radio, gelombang mikro, gelombang satelit, maupun gelombang inframerah.